Saturday, 11 March 2017

KISAH NEGERI CANDAAN




Negeri Candaan adalah suatu negeri yang subur tanahnya berlimpah hasil lautnya dan kaya akan sumber daya alamnya. Sawah sawah nampak hijau bak permadani yang di gelar sepanjang mata memandang. lautan yang membiru dengan ikan yang melimpah tak akan membuat rakyatnya makan tanpa lauk pauk. Gunung gunung menjulang seolah menegaskan betapa kuat dan kokohnya dia sebagai paku bumi yang menyimpan butir butir emas dan kekayaan lainnya. Itulah pemandangan alam di negeri candaan.

Tapi keanehan justru terlihat di negeri candaan ketika melihat pemandangan manusianya. 
Rakyat negeri candaan yang subur masih banyak yang tidak bisa makan nasi setiap harinya. Lautan yang luas tak mampu menyajikan lauk yang tersaji tanpa nasi. Lumbung lumbung emas dan minyak bumi tak mampu membuat rakyatnya lepas dari derita kemiskinan. Aneh sungguh aneh. 

Sekarang kita tengok pejabat di negeri candaan, Nasi tak mungkin kosong dari ruang makan walau mereka tak mempunyai sekotak sawah. Lau pauk dan sayuran jadi pelengkap walau mereka tak tahu dengan cara apa nelayan menangkapnya, Emas dan harta tak seolah di pamerkan bergelantungan di leher dan telinga istri-istrinya, bahkan untuk ber make up pun mereka ke luar negeri yang katanya lebih maju dari negeri candaan. Perut perut tambun pejabat itu membuat mereka susah untuk berjalan dan selalu menggunakan mobil mobil mewah. Makmur dan sejahtera singkatnya para pejabat di negeri candaan. Salah, ada yang salah di negeri candaan.

 Sekarang kita lihat menggunakan teleskop paling besar ke anehan di negeri candaan.

Ternyata di sana di negeri candaan sana korupsi, kolusi dan nepotisme sudah menjadi budaya. Dengan prinsip"Tak Korupsi Tak Keren" mereka seolah berlomba untuk korupsi bahkan sering mereka lakukan berjama'ah. Layaknya ibadah lebih banyak jemaat yang ikut lebih besar pula pendapatannya.
Mereka melihat rakyat hanya sebagai alat ketika mereka ingin terpilih kembali maka mereka berpura pura menjadi rakyat. Ketika sudah terpilih mereka lupa bahwa mereka memohon dan mengemis untuk di pilih menjadi pejabat. Rasanya kalau mereka jadi pejabat sedangkan saudara dan keluarganya masih melarat malu lah mereka. Mereka angkat satu persatu saudara nya mendampingi. Ga perlu tinggi tinggi jabatannya asal mereka bisa menikmati seperti saudaranya yang pejabat. 

Lantas rakyatnya bagaimana?? Ah mudah saja. Kasih mereka janji yang indah ketika akan ada pemilihan. Jangan lupa amplopnya harus ada, sekedar buat sehari makan tak apa. Nanti juga kita potong sesuai pemberian kita ketika terpilih. Prinsip para pejabat di negeri candaan.
Tragis dan ironis kondisi negeri candaan tapi itulah budayanya. Di sekolahan mereka selalu di ajarkan warisi budaya dan lestarikan lah.
Maka lestari lah sudah budaya negeri candaan.

Kreatifitas HOAX

                  Picture by google image

Di era digital saat ini manusia di manjakan dan mampu mengakses informasi dengan cepat, dikarenakan hampir semua orang pula paham akan penggunaan smartphone yang serba internet. Bahkan pasar media online sedang ramai-ramainya. Media social sebagai objek pasar yang begitu menggiurkan. Tapi dari beberapa kelebihan diatas ternyata tidak sedikit pula oknum yang salah dalam berkreasi dan mengekspresikan kreatifitasnya di media social dengan berbagai macam tujuan. Di Indonesia sendiri saat ini banyak beredar informasi yang tidak kredibel dan dipertanyakan keasliannya dalam penyebaran informasi yang dikonsumsi public melalui media social. “HOAX” mungkin satu kata yang jarang terdengar tapi menjadi sangat viral pada saat ini, bahkan pemerintah kita sedang giat memberantas “HOAX” dengan rencana pembentukan Badan Cyber Nasional. Sebagai masyarakat awam tentu kita bertanya Tanya “ Apa itu HOAX?” Dan” kenapa HOAX menjadi sesuatu hal yang begitu menakutkan?”
HOAX menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah” Kebohongan Besar” atau “Ketidak benaran informasi yang tidak bersumber(sumer tidak jelas)” contoh: A: eh,katanya mas azis meninggal. B: Hoax tuh, wong barusan saya ketemu.
Lalu kenapa hoax menjadi satu hal yang menakutkan, karena belum semua element masyarakat Indonesia mampu mengidentifikasi mana berita atau informasi yang bisa dipercaya dan mana yang bersifat hoax semata. Sehingga tentu menjadi kekhawatiran berbagai element termasuk pemerintah sekalipun.karena di tengah situasi bangsa yang sedang menghadapi berbagai dinamika dengan geopolitik nasional yang tidak stabil, informasi hoax menjadi media agitasi dan propaganda yang mampu membangun opini public dan bahkan menggerakan massa. Tentu selain untuk mengantisipasi dinamika yang lebih meluas lagi pemerintah juga bertanggungjawab memberikan konsumsi informasi yang ideal dan kredibel bagi bangsa saat ini dan juga untuk generasi generasi kreatif yang sering disebut Generasi X jangan sampai kreatifitas nya di salah fungsikan menjadi kreatifitas hoax atau penyebar kebohongan.
Adolf Hitler menulis dalam otobiografinya bahwa jika kebohongan diulangi secara terus menerus, maka pikiran manusia akan mempercayainya. Kebohongan pun diterimanya sebagai kebenaran.